PERBEDAAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANTARA MAHASISWA BERLATAR BELAKANG SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DENGAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) PADA MATA KULIAH TATA HIDANG
DOI:
https://doi.org/10.63864/hwxsb812Keywords:
Kemandirian Belajar, sekolah menengah atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Tata HidangAbstract
Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemandirian belajar antara mahasiswa berlatar belakang sekolah menengah atas (SMA) Dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pada Mata Kuliah Tata Hidang Di AKS “AKK” Yogyakarta
Metode yang digunakan menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain comparative study. Tempat penelitian dilaksanakan di Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” Yogyakarta. Pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2018. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Sampel mahasiswa angkatan 2015 yang telah mengikuti mata kuliah tatahidang yang berjumlah 23 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner metode tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik non parametric menggunakan uji mann-whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kemandirian belajar mahasiswa berlatar belakang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)Pada Mata Kuliah Tata Hidang Di AKS “AKK” Yogyakarta berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa pada mahasiswa berlatar belakang SMK paling banyak memiliki kemandirian belajar yang baik sebanyak 9 (39,1%) responden. Kemandirian belajar mahasiswa berlatar belakang sekolah menengah atas (SMA) Pada Mata Kuliah Tata Hidang Di AKS “AKK” Yogyakarta, berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa pada mahasiswa berlatar belakang SMA paling banyak memiliki kemandirian belajar sedang sebanyak 8 (34,8%) responden. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Terdapat Perbedaan kemandirian belajar antara mahasiswa berlatar belakang sekolah menengah atas (SMA) Dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pada Mata Kuliah Tata Hidang Di AKS “AKK” Yogyakarta penguji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis mann whitney hasil penelitian ini diperoleh harga koefisien nilai p-value sebesar 0,036<0,05. Saran Bagi Dosen Sebagai bahan masukan agar memberikan metode yang tepat bagi mahasiswa berlatar belakag SMA. sehingga kemandirian belajar mahasiswa tersebut dapat meningkat.
References
A.M. Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas.(2003). Undang-undang RI No.20 tahun 2003.tentang sistem pendidikan nasional.
Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ernawati. (2011). Penggunaan Partograf WHO Oleh Bidan di Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2011. Diakses tanggal 06/12/2013
Hakim, Thursan. (2002). Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara.
Noor Syam, Muhammad. (1999). Pengantar Filsafat Pendidikan. Malang: FIP IKIP Malang
Notoatmodjo, Soekidjo. (2012). Promosi kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka cipta.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kualitatif dan kuantitatif Dan R & D. Bandung: Alfa Beta
Suryana, (2006). Kewirausahaan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M.M. Kasimah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



