PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT dan PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH MELALUI USAHA DESA WISATA serta INDUSTRI KREATIF DI KECAMATAN IMOGIRI BANTUL
DOI:
https://doi.org/10.63864/n9kkpt88Keywords:
Potensi Wilayah, Usaha desa Wisata, Industri kreatif, kesejahteraan masyarakatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang potensi wilayah desa Wukirsari Imogiri yang dapat dikembangkan menjadi usaha desa wisata dan industry kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Diskriptif kualitatif dalam menggambarkan tentang potensi alam, potensi budaya dan potensi industry kreatif yang ada dan dianalisa menggunakan analisa SWOT. Dalam penelitian ini terlihat bahwa terdapat kekuatan yang sangat besar potensi desa Wukirsari yang apabila dikembangkan menjadi usaha desa wisata akan menjadi destinasi yang menarik wisatawan potensi alam menggambarkan panorama alam yang indah dengan situasi daerah pertanian yang dikelilingi bukit-bukit yang diatasnya terdapat makam raja-raja Mataram serta adanya koservasi alam dalam penangkaran burung yang sangat luas selain itu potensi industry kreatif yang merupakan cikal bakal industry Wedang uwuh, kerajinan batik dengan pewarnaan alami, pembuatan wayang kulit engan teknik tatah sungging serta aneka kerajinan dari bambu . Potensi ini tidak dimiliki oleh daerah lain sehingga apabila dikembangkan dengan manajemen pariwisata yang modern akan menjadi destinasi wisata alam, budaya dan industry kreatif. Kelemahan yang terlihat diseda tersebut adalah tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah karena tingkat perekonomian yang juga relative rendah sehingga untuk mengembangkan potensi tersebut belum maksimal karena sebagian besar masyarakat belum mempunyai kesadaran dan partisipasi yang masih rendah. Peluang dalam pengembangkan potensi tersebut sangat besar karena keunikan potensinya dan pengembangan desa wisata menjadi program pemerintah sehingga banyak program yang dapat dikerjasamakan dengan pihak lain baik pemerintah maupun swasta. Ancaman dalam pengembangan program tersebut karena didareah tersebut khususnya Kabupaten Bantul banyak mengembangkan daerah wisata pantai yagng secara geografis berdekatan dan pengembangan desa wisata lain misalnya industry kerajinan Kulit, tanah liat kuliner yang telah ada sehingga menjadi pesaing bagi pengembangan industry kreatif didesa wukir sari Imogiri Bantul.
References
Burhan Bungin. (2007). Penelitian kualitatif, komunikasi, ekonomi, kebijakan politik, dan ilmu social lainnya. Jakarta: Kencana
Ditjen Pariwisata. (1999). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat dalam rangka Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Jakarta
Edi Suharto. (2011). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Aditama
Happy Marpaung. (2010). Pengetahuan Kepariwisataan, Bandung, Alfabeta
Jerusalem. (2009). Perancangan Industri Kreatif Bidang Fashion dengan Pendekatan Benchmarking pada Queensland’s Creative Industry, Seminar Nasional Program Studi Tekni Busana, Yogyakarta: UNY Press
Lely J. Maleong. (2012). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Mardi Yatmo Hutomo. (2010). Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Ekonomi Tinjauan Teoritis Dan Implementasi, Jakarta: Bapenas
Miftachul Huda. (2009). Pekerjaan Sosial Dan Kesejahteraan Sosial, sebuah pengantar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Oka A Yati. (2008). Ekonomi Pariwisata, Introduksi, Informasi Dan Implementasi. Jakarta: Gramedia
Parikesit, Sambojo. (2006). Pengembangan Pariwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Presentasi Dalam Rangka Persiapan Forum Koordinasi Lintas Sektor Dan Daerah Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Pariwisata Tanggal 9 Oktober 2006 Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata
Sri Agustinus dan Wahyuni. (1996). Menejemen Strategi, Pengantar, Proses Berpikir Strategik, Jakarta, Binarupa Aksara
(http://jogja_ekotourism.blogspot.com) diakses pada tanggal 17 maret 2016 pukul 11.00 WIB
Kamil A. (2015). Industri Kreatif Indonesia Pendekatan Analisis Kinerja Industri Jurnal Media Trend Vol.2
Bacaan lain:
Penelitian Fandeli dan Raharja 2012 tentang potensi dan peluang kawasan pedesaan sebagai daya tarik wisata ( studi kasus di pedusunan Tunggal arum, Wonokerto, Turi, Sleman )
Penelitian oleh Wijaya tahun 2008 yang berjudul: strategi pengembangan desa wisata tenganan, pegringsingan, kecamatan manggis kabupaten karangasem Bali.
Penelitian lain yang dilakukan Puja Astawa dkk 2012 tentang pola pengembangan pariwisata terpadu bertumpu pada model pemberdayaan masyarakat di wilayah Bali Tengah
Penelitian Ar Rahim dengan judul Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata ( Studi di desa wisata Beji harjo kecamatan karangmojo kabupaten Gunungkidul DIY ).
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



