PENERAPAN SUMBER IDE BUDAYA KAWIN MASSAL MENGGUNAKAN KAIN TENUN CUAL BANGKA BELITUNG PADA BUSANA EVENING

Authors

  • Zaryandi Zaryandi Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta Author
  • Sri Purwani Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta Author
  • Prihatin Saraswati Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.63864/tjz3wq10

Keywords:

busana evening, budaya kawin massal, kain tenun cual bangka belitung

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk : (1) untuk mengetahui, mengeksplorasi tentang Budaya Kawin Massal sebagai sumber ide pada pembuatan busana evening yang akan di terapkan dalam desain ilustrasi, (2) untuk melestarikan suatu budaya daerah dalam pembuatan busana evening menggunakan kain tradisional Bangka Belitung yaitu kain Tenun Cual, (3) mengetahui hasil penerapan sumber ide Budaya Kawin Massal Pada busana evening pada lengan bishoop, detail peplum, hairpiace / hiasan kepala berbentuk payung. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan hasil penelitian dengan apa adanya. Metode penentuan subjek menggunakan studi sampling dengan teknik non random sampling karena dalam pengambilan sampel penulis sudah menentukan subjek penelitian terlebih dahulu. Metode pengumpulan data menggunakan hasil eksperimen. Metode uji sensori pada penelitian ini menggunakan pengujian organoleptic atau penilaian didasarkan pada proses pengindraan yaitu indra penglihatan. Metode dokumentasi pada penelitian menggunakan dokumentasi primer berupa hasil eksperimen dan berupa foto hasil eksperimen dan dokumentasi sekunder berupa buku, jurnal, majalah serta artikel yang terkait. Dari data hasil uji sensori dengan fokus tinjauan dari sudut Keindahan Desain dan Teknik Penyelesaian, busana evening yang menggunakan sumber ide budaya kawin masal berbahan kain tenun cual tersebut sangat baik. Hal ini dibuktikan dari hasil seluruh panelis 100% menyatakan hasil desain yang indah dan penyelesainya sangat rapi tampak dari luar dan bagian dalamnya.

References

Afif Ghurub Bestari. ( 2011). Menggambar Busana Dengan Teknik Kering. Yogyakarta: KTSP.

Dwijayanti M.Pd. (2013). Dasar Teknologi Menjahit II, Kegiatan Belajar Penyelesaian Tepi.

Hari Kiswanto. (2014). Kajian Motif Kain Tenun Cual Masyarakat Bangka, Studi Kasus Kain Tenun Cual di Selindung Lama Pangkal Pinang Bangka, Universitas Pendidikan Indonesia.

Hilyah Magdalena, Hadi Santoso. (2016). Strategi Mengenali Motif Khas Kain Tenun Cual Bangka Dengan AHP.

Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Jacobus Ranjabar.(2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia; Suatu Pengantar,Bogor : Ghalia Indonesia.

Komunikasi dan Informasi Bangka Selatan. (2020). Tradisi Kawin Massal Yang Dilakoni Masyakarat Desa Serdang, Toboali, Bangka Selatan.

Meilani. (2013). Teori Warna; Penerapan Lingkaran Warna Dalam Berbusana, Desain Komunikasi Visual, School Of Design, Binus University, Jakarta Barat.

Moh. Ali Zaman. (2001). Kostum Barat dari Masa ke Masa. Jakarta : PT. Karina Indah Utama.

Natasha Anjani. (2018). Busana Pesta Malam dengan Sumber Ide Pasola dalam Pergelaran Busana “ Movitsme”. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Ratna Kurniawati. (2017). Busana Pesta Malam untuk Wanita Dengan Sumber Ide Kuil Baalbek Dalam Pergelaran Busana “Dimantion”, Fakultas Teknik, Universitas Teknik Yogyakarta.

Roger M. Keesing. (1989). Antropologi Budaya, Suatu Prespektif Kontemporer, Jilid 1, Jakarta: Erlangga.

Sulistyo Basuki. (2004). Pengantar Dokumentasi, Bandung : Rekayasa Sains.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: PT Alfabeta.

Tasmuji, Dkk. (2011). Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar, Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press.

Widji. (2015). Evaluasi Program Perkuliahan Konstruksi Pola Busana (Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta), 8, 9.

Downloads

Published

2020-12-30