PENGARUH PROSENTASE PERBANDINGAN WATERGLASSS DAN AIR PADA PEWARNA REMAZOL TERHADAP KUALITAS WARNA KAIN JUMPUTAN
DOI:
https://doi.org/10.63864/mnvvvn89Keywords:
Remazol, kualitas warna, waterglass dan airAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prosentase perbandingan waterglass dan air pada pewarna remazol terhadap kualitas warna kain jumputan. Prosentase yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 3kg waterglass: 1liter air, 1kg waterglass: 1liter air dan 1kg waterglass: 2 liter air untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kualitas warna kain jumputan ditinjau dari warna (hue), gelap terang (value) dan kerataan warna.Penelitian ini merupakan jenis penelitian True-eksperimen. Data yang digunakan adalah data primer. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepada 35 orang panelis yang diolah dan dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dengan uji Friedman K-related sample melalui program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan pewarnaan remazol dengan prosentase 3 kgwaterglass : 1 liter air menghasilkan warna dark red dengan value sangat gelap dan kerataan warnanya sangat rata. Untuk pewarnaan remazol dengan prosentase 1 kg waterglass: 1 liter air warna yang dihasilkan yaitu fire brick dengan value gelap dan kerataan warnanya rata. Pada pewarnaan remazol dengan prosentase 1 kg waterglass: 2 liter air menghasilkan warna persian red dengan value cukup terang dan kerataan warnanya kurang rata. Uji Friedman K-related sample untuk warna diperoleh nilai signifikasi < taraf signifikasi= 0.000 < 0.005 gelap terang warna (value) diperoleh nilai signifikasi < taraf signifikasi= 0.000 < 0.05, dan untuk kerataan warna diperoleh nilai signifikasi < taraf signifikasi= 0.000 < 0.05. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap warna (hue), gelap terang warna (value) dan kerataan warna akibat pewarnaa remazol dengan prosentase perbandingan waterglass dan air yang berbeda yaitu 3 kg waterglass: 1 liter air, 1 kg waterglass: 1liter air dan 2 kg waterglass: 1liter air.
References
Annisa, Utfaul. (2018). Batik Tulis dengan Pewarna Remazol Di Home Industry Candi Desa Candimulyo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Skripsi. Jurusan Pendidikan Seni Rupa. Universitas Negeri Yogyakarta.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka CiptaSurabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran Vol. 1, No. 2: 1-8
Budiyono, dkk. 2008. Kriya Tekstil SMK Jilid I. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Cut Kamaril Wardhani & Ratna Panggabean. (2005). Tekstil. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.
Daranindra, Rosvita F. (2010). Perencanaan Alat Bantu Proses Pencelupan Zat Warna Dan Penguncian Warna Pada Kain Batik Sebagai Usaha Mengurangi Interaksi Dengan Zat Kimia Dan Memperbaiki Postur Kerja. Skripsi. Jurusan Teknik Industri. Universitas Sebelas Maret.
Ernawati, dkk.(2008). Tata Busana Jilid 1 untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Fitrihana, Noor. 2007. Teknik Eksplorasi Zat Pewarna Alam dari Tanaman di Sekitar untuk Pencelupan Bahan Tekstil. Yogyakarta: PKK FT UNY
Glory Tyas Prasetyo Rini. 2012. Ketrampilan Batik Ikat dan Celup. Lampung: SMK 4 Metro.
Handoyo, Joko Dwi. 2008. Batik dan Jumputan. Yogyakarta : PT. Macanan Jaya Cemerlang.
Hardisurya, I. 2004. Warna Bagi Citra & Penampilan. Jakarta: Gaya Faforit Press.
Ichwan, 2007. Pencelupan 1 Proses Pencelupan Kapas dengan Zat Warna Reaktif Panas. Praktikum. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil
Kasmudjiastuti, E. (2011). Pengaruh Zat Warna Reaktif terhadap Sifat Ketahanan Luntur Warna dan Morfologi Kulit Ikan Nila (Tilapia Nilotica) Untuk Garmen. Majalah Kulit, Karet dan Plastik. Vol. 27, No. 1: 15-22.
Kristijanto, A., Soetjipto H. 2013. Pengaruh Jenis Fiksatif Terhadap Ketuaan dan Ketahanan Luntur Kain Mori Batik Hasil Pewarnaan Limbah Teh Hijau. Jurnal MIPA. Vol 4. No.1. Fakultas Sains dan Matematika. Salatiga.
Ningsih, Rini 2001. Membuat Batik Jumputan. Yogyakarta Adicita Karya Nusa.
Nugroho, Sarwo. 2015. Manajemen Warna Dan Desain. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Putri, Lolita Aida., 2015. Perbedaan mordanting terhadap hasil pencelupan zat warna alam limbah perasan getah gambir pada sutera menggunakan mordan tunjung (feso4). Padang: UNP.
Sri Herlina dan Dwi Yuniasari Palupi. 2013. Pewarnaan Tekstil 1. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Sugimurwati, wawa. 2014. Color Palette How To Mix and Do Make-up Color. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Sugiyono . 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Sunarto. 2008. Teknologi Pencelupan dan Pencapan Jilid 2. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Villia Melina. 2012. Pra Rancangan Industri Batik Tulis Sutera Atbm Menggunakan Zat Warna Reaktif Dingin Dengan Kapasitas Produksi 21.600 Meter /Tahun. Skripsi. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



