KELAS BATIK TULIS KEDIRI-AN KEWIRAUSAHAAN NGURI-URI BUDAYA LOKAL
DOI:
https://doi.org/10.63864/qphph315Keywords:
Batik tulis, Kediri-an, Budaya, LokalAbstract
Kegiatan membatik dengan mahasiswa ini merupakan bukti pengabdian Prodi Manajemen UNP Kediri untuk melestarikan batik tulis Kediri-an pada generasi Z. Perkembangan teknologi yang berdampingan dengan para Gen Z diharapkan mampu membantu dalam melestarikan budaya local Batik Tulis. Langkah awal yang dilakukan Adalah mengenalkan filosofi batik kemudian alat dan bahan yang akan digunakan dalam membantik. Tahapan membatik di mulai dari ngemplong / mempersiapkan kain, membuat pola (molani), mencanting pola utama, isen-isen (mengisi detail), pewarnaan pertama (nembok / medel / celup), pewarnaan bertahap, pelorodan, penjemuran, terakhir finishing dengan kain disetrika, diperiksa motifnya, dan siap dijadikan produk (kain, pakaian, kerajinan). Batik Kediri-an sendiri ada 3 macam yaitu kota jaranan, tahu kuning dan ketuk pisang. Hal ini memberikan gambaran kearifan lokal yang ada di Kota kediri.
References
Francis, T., & Hoefel, F. (2018). ‘True Gen’: Generation Z and its implications for companies. McKinsey & Company.
Martowardojo, A. (2023). Kontribusi UMKM dalam perekonomian Indonesia. https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/lubuksikaping/id/data-publikasi/artikel/3134-kontribusi-umkm-dalam-perekonomian-indonesia.html
Setiawan, dkk. (2018). Kesesuaian Batik Tulis IKM Berdasarkan SNI 08-0513-1989 Standardisasi. 1(20), 69–76.
Mujiono & Dharsono. (2015). Keberadaan Batik Kediri Jawa Timur. Jurnal ISI Surakarta. Vol. 13 No. 1. Juli 2015.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dian Kusumaningtyas, Ismayantika Dyah Puspasar, Ike Cindia, Aji Prasojo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




