PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN OLAHAN KUE INDONESIA GUNA MENGEMBANGKAN WIRAUSAHA DI DESA MLARAN, KECAMATAN GEBANG, KABUPATEN PURWOREJO
DOI:
https://doi.org/10.63864/a9z4ze41Keywords:
Pemberdayaan masyarakat, Kue Indonesia, WirausahaAbstract
Pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan efektif meningkatkan produktivitas
masyarakat. Program pelatihan olahan kue Indonesia merupakan salah satu program masyarakat
bekerjasama dengan LPK Sakapitoe dan AKS AKK Yogyakarta tidak hanya pemberdayaan ekonomi,
tetapi juga pemberdayaan sosial. Pemberdayaan sosial lebih banyak dikembangkan atau diberikan
kepada masyarakat, yakni berupa pelatihan, pendampingan, dukungan sosial, dan peningkatan
motivasi. Masyarakat maju harus memiliki keahlian dimana menjadi upaya dalam meningkatkan taraf
hidup masyarakat dengan diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan agar tercipta masyarakat maju
dan sejahtera. Program pelatihan, khususnya pelatihan pengolahan banyak diambil pemerintah sebagai
jalan pembelajaran singkat guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada
masyarakat ini bertujuan untuk (1) menambah wawasan dan meningkatkan ketrampilan dibidang
pengolahan prodak makanan. (2) memperkaya dan mendalami resep olahan tepung berprotein.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarat ini dilakukan dalam bentuk pelatihan. Metode yang
digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini antara lain metode presentasi, Hand-ons Methods
dan metode Group Building. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta pelatihan telah
mendapatkan tambahan wawasan dan juga keterampilan terkait aneka olahan tepung berprotein, selain
itu peserta pelatihan mampu mempergunakan keterampilan pengolahan makanan sebagai saranan
memperbaiki ekonomi keluarga.
References
Anni, F. (2008). Patiseri Jilid 1 Untuk SMk: Jakarta: Directorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejujuran.
Chambers, R. (1995). Poverty and Livelyhoods: Who Reality Count? Uner Kirdar and
Leonard Silk eds. People : from impoverishment to empowerment. New York.
Faisal, A. (2019). Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Kue Kembang
Goyang oleh Kelompok Usaha bersama (KUBE) Lentera di Kelurahan Lenteng Agung
Jakarta Selatan. Skripsi. https://repository.uinjkt.ac.id.
Hadinata, R. (2015). Analisis Metode Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Di
Cv X Rizal. AGORA, 3(2), 475–478.
Kartasasmita, G. (1995). Pemberdayaan Masyarakat, Jurnal Studi Pembangunan ITB bandung.
Setiawan, S. A., & Puspitasari, N. (2018). Preferensi Struktur Organisasi Bagi Generasi
Millenial. Jurnal Borneo Administrator, 14(2), 101-118.
Sumodiningrat, G. (2000). Pemberdayaan Masyarakat dan JPS. Jakarta. PT. Gramedia.
Suroto, B., Hadiyati dan Afred Suci. (2015). Effective Model of Enterpreneurship Learning in
Higher Education: Perspective in Indonesia. 2nd International Conference on Human
Sustainability 2015, Malaysia.
Sutrisno, Lukman. 1995. Menuju Masyarakat Partisipatif. Kanisius, Yogyakarta.
Yuliantoro, N. (2020). Pengembangan Ketrampilan dengan Pelatihan MemasakmAneka
Hidangan Ikan Guramekepada Kelompok Ekstra Kurikuler Tata Boga Siswa SMA
Permai Pluit Jakarta. Abdimas Pariwisata, 1(No.1), 17–25.
Zuari, F.O., H. Widayani dan R.D. Daniel. (2013). Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap
Penerimaan Bersih Restoran Omah Pincuk. Proceeding PESAT, vol. 5, hal. E-383 – E-
389. ISSN: 1858-2559.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




